Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba menganalisis karakter dari seseorang dari fotonya yang berada di facebook.Walau saya belum begitu mahir,semoga ini tidak mengecewakan.
Kali ini saya akan menganalisis seorang teman saya dari facebook dia bernama Muhammad Abdul Rozak .Dia bekerja di salah satu PT di Jakarta.
Foto di atas adalah foto profil ojak,terlihat sekali bahwa ojak itu adalah orang yang ceria,humoris,gokil.Berikut ini akan saya tampilkan beberapa foto ojak yang ceria di manapun dia berada.
Selain itu dia juga suka berpetualang ke mana saja dia mau,,berikut ini adalah beberapa contoh foto ojak saat berpetualang.
Demikian analisis dari saya tentang teman saya,mohon maaf bila ada salah atau kekurangan.terimakasih.
Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba menganalisis karakter dari seseorang dari fotonya yang berada di facebook.Walau saya belum begitu mahir,semoga ini tidak mengecewakan.
Kali ini saya akan menganalisis seorang teman saya dari facebook dia bernama Muhammad Abdul Rozak .Dia bekerja di salah satu PT di Jakarta.
Foto di atas adalah foto profil ojak,terlihat sekali bahwa ojak itu adalah orang yang ceria,humoris,gokil.Berikut ini akan saya tampilkan beberapa foto ojak yang ceria di manapun dia berada.
Selain itu dia juga suka berpetualang tidak jelas gitu ke mana saja dia mau,contohnya seperti beberapa gambar di bawah ini.
Demikian analisis saya tentang teman saya.Mohon maaf apabila terdapat penulisan kata.Terimakasih
Manfaat internet sekarang sudah dapat di rasakan oleh berbagai kalangan.Manfaat internet sebagai salah satu media terbesar di dunia bisa digunakan sebagai pendorong majunya pendidikam masa depan.
Internet dapat digunakan sebagai sarana pertukaran informasi dari satu komputer ke komputer lain,tanpa di batasi oleh jarak fisik kedua komputer tersebut.Dua komputer yang sama-sama terhubung ke internet dapat saling berkomunikasi satu sama lain,atau mempertukarkan data dan informasi.Internet menghilangkan batas ruang dan waktu sehingga memungkinkan seorang mahasiswa berkomunikasi dengan pakar di tempat lain tanpa harus bertatap muka.
Berdasarkan hal tersebut,maka internet sebagai media pendidikan mampu menghadapkan karakteristik yang khas,yaitu :
- sebagai media interpersonal dan masa.
- bersifat interaktif.
- memungkinkan komunikasi secara bebas.
Berdasarkan uraian dia atas,dapat di katakan bahwa internet bukanlah pengganti sistem pendidikan.Kehadiran internet lebih bersifat pelengkap.
Berikut adalah beberapa manfaat penggunaan teknologi informasi dalam dunia pendidikan :
- arus informasi tetap mengalir setiap waktu tanpa ada batasan waktu dan tempat.
- aktifitas pembelajaran mahasiswa meningkat.
- daya tampung meningkat.
- Browser safari untuk akses web.
- Mail untuk membaca e-mail.
- Photos untuk mengolah arsip foto.
- Video untuk memutar file video.
- You tobe untuk melihat video langsung ke you tobe tanpa melihat webnya.
- Ipod untuk memainkan musik.
- Itunes untuk mengunduh musik dan video.
- App store untuk mengunduh aplikasi.
- Ibooks untuk membaca dan mengunduh e-book dari ibooks store.
- Maps untuk melihat peta resolusi tinggi dari satelit dan street view images.
- Notes untuk membuat catatan bebas.
- Calender untuk membuat agenda.
- Contacts untuk mencatat data telpon dan email.
- Home screen untuk mengatur tampilan layar.
Kelemahan Ipad :
- Tidak multitasking.
- Tidak ada kamera.
- Tidak ada port HDMI.
- Keyboard touch.
- Tidak support adobe flash.
- Tidak ada port USB.
- Hanya dapat memutar video 480p.
- Tidak full GPS.
- Tidak ada slot SD card.
- Tidak ada open SDK.
Suku Jawa merupakan suku bangsa terbesar di Indonesia yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, danYogyakarta. Setidaknya 41,7% penduduk Indonesia merupakan etnis Jawa. Selain di ketiga propinsi tersebut, suku Jawa banyak bermukim di Lampung,Banten,Jakartadan Sumatra Utara. Di Jawa Barat mereka banyak ditemukan di kabupaten indramayudan Cirebon. Suku Jawa juga memiliki sub-suku, seperti osing dan tangger.
Bahasa
Suku bangsa Jawa sebagian besar menggunakan bahasa jawadalam bertutur sehari-hari. Dalam sebuah survei yang diadakan majalah Tempo pada awal darsawasa 1990-an, kurang lebih hanya 12% orang Jawa yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa mereka sehari-hari, sekitar 18% menggunakan bahasa Jawa dan Indonesia secara campur, dan selebihnya hanya menggunakan bahasa Jawa saja.
Bahasa Jawa memiliki aturan perbedaan kosa kata dan intonasi berdasarkan hubungan antara pembicara dan lawan bicara, yang dikenal dengan unggah-ungguh. Aspek kebahasaan ini memiliki pengaruh sosial yang kuat dalam budaya Jawa, dan membuat orang Jawa biasanya sangat sadar akan status sosialnya di masyarakat.
Kepercayaan
Orang Jawa sebagian besar secara nominal menganut agama Islam. Tetapi ada juga yang menganut agama Protestan dan Katolik. Mereka juga terdapat di daerah pedesaan. Penganut agama Buddha dan Hindujuga ditemukan pula di antara masyarakat Jawa. Ada pula agama kepercayaan suku Jawa yang disebut sebagai agama Kejawen. Kepercayaan ini terutama berdasarkan kepercayaan animismedengan pengaruh Hindu-Buddha yang kuat. Masyarakat Jawa terkenal akan sifat sinkretisme kepercayaannya. Semua budaya luar diserap dan ditafsirkan menurut nilai-nilai Jawa sehingga kepercayaan seseorang kadangkala menjadi kabur.
Profesi
Mayoritas orang Jawa berprofesi sebagai petani, namun di perkotaan mereka mendominasi pegawai negeri sipil, BUMN, anggota DPR/DPRD, pejabat eksekutif, pejabat legislatif, pejabat kementerian dan militer. Orang Jawa adalah etnis paling banyak di dunia artis dan model. Orang Jawa juga banyak yang bekerja di luar negeri, sebagai buruh kasar dan pembantu rumah tangga. Orang Jawa mendominasi tenaga kerja Indonesia di luar negeri terutama di negara Malaysia, Singapura, Filipina, Jepang, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, Taiwan, AS dan Eropa.
Stratifikasi Sosial
Masyarakat Jawa juga terkenal akan pembagian golongan-golongan sosialnya. Pakar antropologi Amerika yang ternama, Clifford Geertz, pada tahun 1960-an membagi masyarakat Jawa menjadi tiga kelompok: kaum santri, abangan dan priyayi. Menurutnya kaum santri adalah penganut agamaIslam yang taat, kaum abangan adalah penganut Islam secara nominal atau penganut Kejawen, sedangkan kaum Priyayi adalah kaum bangsawan. Tetapi dewasa ini pendapat Geertz banyak ditentang karena ia mencampur golongan sosial dengan golongan kepercayaan. Kategorisasi sosial ini juga sulit diterapkan dalam menggolongkan orang-orang luar, misalkan orang Indonesia lainnya dan suku bangsa non-pribumi seperti orang keturunan Arab, Tionghoa, dan India.
Seni
Orang Jawa terkenal dengan budaya seninya yang terutama dipengaruhi oleh agama Hindu-Buddha, yaitu pementasan wayang. Repertoar cerita wayang atau lakon sebagian besar berdasarkan Wiracarita Ramayana dan Mahabharata. Selain pengaruh India, pengaruh Islam dan dunia barat ada pula. Seni batik dan kris merupakan dua bentuk ekspresi masyarakat Jawa.Musik gamelan, yang juga dijumpai di Bali memegang peranan penting dalam kehidupan budaya dan tradisi Jawa.
Dalam ilmu Psikologi Matematika sangat berpengaruh besar dalam menguraikan menyelidiki, maupun menghitung hasil penyelidikan dan penelitian psikologis yang didasarkan pada model matematis persepsi, proses kognitif dan motor, dan pada pembentukan aturan hukum seperti yang berhubungan karakteristik stimulus diukur dengan perilaku terukur.
Disini saya akan membahas mengenai penerapan ilmu matematika dalam bidang Psikologi,
Contoh yang paling akrab dengan bidang psikologi salah satunya adalah “PSIKOMETRI”.
“Matematika dan Psikometri” a.Pengertian psikometri
Psikometri atau Psychometric didefinisikan dalam Chambers Twentieth-Century Dictionary. Sebagai “branch of psychology dealing with measurable factors’. Untuk menelusuri perkembangan awal psikometri maka tidak mungkin kita menafikan perkembangan inteligensi, karena perkembangan psikometri berkembang bersama dengan perkembangan teori dan pegukuran inteligensi.
Psikometri merupakan bagian dari psikologi yang mengkhususkan diri dalam menangani masalah pengukuran aspek-aspek psikologis. Kita sering mendengar kata kepribadian, kecerdasan, temperamen, dll. Setiap kata tersebut merupakan bagian dari kita. Tidak ada orang yang tidak punya pribadi, kecerdasan, atau temperamen.
b.Pengertian pengukuran
Pengukuran adalah penentuan besaran,dimensi, atau kapasitas, biasanya terhadap suatu standar atau satuan pengukuran.Pengukuran tidak hanya terbatas pada kuantitas fisik, tetapi juga dapat diperluas untukmengukur hampir semua benda yang bisa dibayangkan, seperti tingkat ketidakpastian, ataukepercayaan konsumen
Jadi pengukuran adalah pemberian angka-angka kepada obyek atau peristiwa menurut suatu aturan. Berapa panjang meja, tiang, kain adalah contoh-contoh mencocokkan obyek-obyek dengan suatu ukuran.
Sifat Matematika.
Pengukuran sangat berkaitan dengan matematika. Kita tidak dapat memahami sifat pengkuran tanpa mengetahui apa-apa tentang matematika. Matematika sebenarnya bukan sekedar angkaangka tetapi adalah sebuah bahasa logika (Bertrand Russel).
Karakteristik pengukuran:
1. Pembanding antara atribut yang diukur dengan alat ukurnya. Ketika pak Anto’ mengenakan tes WAIS kepada Asrul pada dasarnya Pak Anto’ hendak membandingkan skor yang diperoleh Asrul pada tes WAIS dengan suatu kontinum skor yang ada pada tes WAIS.
2. Hasilnya dinyatakan secara kuantitatif.
3. Hasilnya bersifat deskriptif.
Mengapa perlu dilakukan pengukuran?
1. Objektivitas.
2. Penyajian data secara rinci, bisa dilakukan analisis matematis, komunikabilitas hasil yang tinggi.
3. Ekonomi.
4. Generalisasi
Evaluasi
1. Evaluasi adalah kegiatan membandingkan antara hasil ukur dengan suatu norma1 atau suatu kriteria. Sebagai contoh, seorang Psikolog tidak bisa mengatakan bahwa skor 70 yang diperoleh Leely (6 tahun) pada tes BINET adalah tergolong baik atau buruk, sebelum Psikolog tersebut membandingkan dengan norma tes yang ada. Seorang Psikolog juga tidak bisa mengatakan skor 90 yang diperoleh Asrul (25 th) pada tes WAIS tergolong sebagai IQ yang Average, Brigh Everage, atau Superior sebelum Psikolog tersebut membandingkan dengan norma tes yang ada.
2. Hasilnya bersifat kulaitatif.
3. Hasilnya dinyatakan secara evaluatif.
1. Norma adalah rata-rata, secara umum norma dibagi menjadi dua yaitu norma perkembangan (seperti pada tes BINET) dan norma kelompok (seperti pada tes WAIS).
Jenis data
Skala nominal: Skala nominal adalah skala yang berfungsi sebagai pembeda atau menunjukkan suatu karakteristik. Sebagai contoh, Seorang peneliti melakukan penelitian dengan judul Perbedaan Produktivitas Kerja Antara Pekerja Pria dan Wanita. Untuk memudahkan dalam pengolahan data maka peneliti memberi angka 1 untuk Pria dan angka 2 untuk Wanita.
Skala ordinal: Adanya perjenjangan dan jarak antar jenjang tidak sama. Contoh: Ranking kelas, dll.
Skala interval:
1. Adanya perjenjangan dan jarak antar jejang diasumsikan sama.
2. Nol tidak mutlak.
3. Tidak dimungkinkan adanya perkalian atau pembagian.
Skala rasio:
1. Interval yang memiliki harga 0 mutlak.
2. Dapat dikenai operasi hitung.
Dalam Psikometri juga terdapat beberapa tes yang cara penelitiannya masih menggunakan matematika sebagai rumus dasarnya. Contohnya:
- Tes performansi maksimal
- Tes performansi tipikal
Dalam ilmu Psikologi Matematika sangat berpengaruh besar dalam menguraikan menyelidiki, maupun menghitung hasil penyelidikan dan penelitian psikologis yang didasarkan pada model matematis persepsi, proses kognitif dan motor, dan pada pembentukan aturan hukum seperti yang berhubungan karakteristik stimulus diukur dengan perilaku terukur.
Disini saya akan membahas mengenai penerapan ilmu matematika dalam bidang Psikologi,
Contoh yang paling akrab dengan bidang psikologi salah satunya adalah “PSIKOMETRI”.
“Matematika dan Psikometri”
a.Pengertian psikometri
Psikometri atau Psychometric didefinisikan dalam Chambers Twentieth-Century Dictionary. Sebagai “branch of psychology dealing with measurable factors’. Untuk menelusuri perkembangan awal psikometri maka tidak mungkin kita menafikan perkembangan inteligensi, karena perkembangan psikometri berkembang bersama dengan perkembangan teori dan pegukuran inteligensi.
Psikometri merupakan bagian dari psikologi yang mengkhususkan diri dalam menangani masalah pengukuran aspek-aspek psikologis. Kita sering mendengar kata kepribadian, kecerdasan, temperamen, dll. Setiap kata tersebut merupakan bagian dari kita. Tidak ada orang yang tidak punya pribadi, kecerdasan, atau temperamen.
b.Pengertian pengukuran
Pengukuran adalah penentuan besaran,dimensi, atau kapasitas, biasanya terhadap suatu standar atau satuan pengukuran.Pengukuran tidak hanya terbatas pada kuantitas fisik, tetapi juga dapat diperluas untukmengukur hampir semua benda yang bisa dibayangkan, seperti tingkat ketidakpastian, ataukepercayaan konsumen
Jadi pengukuran adalah pemberian angka-angka kepada obyek atau peristiwa menurut suatu aturan. Berapa panjang meja, tiang, kain adalah contoh-contoh mencocokkan obyek-obyek dengan suatu ukuran.
Sifat Matematika.
Pengukuran sangat berkaitan dengan matematika. Kita tidak dapat memahami sifat pengkuran tanpa mengetahui apa-apa tentang matematika. Matematika sebenarnya bukan sekedar angkaangka tetapi adalah sebuah bahasa logika (Bertrand Russel).
Karakteristik pengukuran:
1. Pembanding antara atribut yang diukur dengan alat ukurnya. Ketika pak Dio’ mengenakan tes WAIS kepada Setiawan pada dasarnya Pak Dio’ hendak membandingkan skor yang diperoleh Setiawan pada tes WAIS dengan suatu kontinum skor yang ada pada tes WAIS.
2. Hasilnya dinyatakan secara kuantitatif.
3. Hasilnya bersifat deskriptif.
Mengapa perlu dilakukan pengukuran?
1. Objektivitas.
2. Penyajian data secara rinci, bisa dilakukan analisis matematis, komunikabilitas hasil yang tinggi.
3. Ekonomi.
4. Generalisasi
Evaluasi
1. Evaluasi adalah kegiatan membandingkan antara hasil ukur dengan suatu norma1 atau suatu kriteria. Sebagai contoh, seorang Psikolog tidak bisa mengatakan bahwa skor 70 yang diperoleh Dio (6 tahun) pada tes BINET adalah tergolong baik atau buruk, sebelum Psikolog tersebut membandingkan dengan norma tes yang ada. Seorang Psikolog juga tidak bisa mengatakan skor 90 yang diperoleh Setiawan (25 th) pada tes WAIS tergolong sebagai IQ yang Average, Brigh Everage, atau Superior sebelum Psikolog tersebut membandingkan dengan norma tes yang ada.
2. Hasilnya bersifat kulaitatif.
3. Hasilnya dinyatakan secara evaluatif.
1. Norma adalah rata-rata, secara umum norma dibagi menjadi dua yaitu norma perkembangan (seperti pada tes BINET) dan norma kelompok (seperti pada tes WAIS).
Jenis data
Skala nominal: Skala nominal adalah skala yang berfungsi sebagai pembeda atau menunjukkan suatu karakteristik. Sebagai contoh, Seorang peneliti melakukan penelitian dengan judul Perbedaan Produktivitas Kerja Antara Pekerja Pria dan Wanita. Untuk memudahkan dalam pengolahan data maka peneliti memberi angka 1 untuk Pria dan angka 2 untuk Wanita.
Skala ordinal: Adanya perjenjangan dan jarak antar jenjang tidak sama. Contoh: Ranking kelas, dll.
Skala interval:
1. Adanya perjenjangan dan jarak antar jejang diasumsikan sama.
2. Nol tidak mutlak.
3. Tidak dimungkinkan adanya perkalian atau pembagian.
Skala rasio:
1. Interval yang memiliki harga 0 mutlak.
2. Dapat dikenai operasi hitung.
Dalam Psikometri juga terdapat beberapa tes yang cara penelitiannya masih menggunakan matematika sebagai rumus dasarnya. Contohnya: