Sabtu, 16 Maret 2013

Psikoterapi


  • Pengertian Psikoterapi.
Psikoterapi adalah usaha penyembuhan untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku. Psikoterapi (Psychotherapy) berasal dari dua kata, yaitu "Psyche" yang artinya jiwa, pikiran atau mental dan "Therapy" yang artinya penyembuhan, pengobatan atau perawatan. Oleh karena itu, psikoterapi disebut juga dengan istilah terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi pikiran.Orang yang melakukan psikoterapi disebut Psikoterapis (Psychotherapist). Seorang psikoterapis bisa dari kalangan dokter, psikolog atau orang dari latar belakang apa saja yang mendalami ilmu psikologi dan mampu melakukan psikoterapi.
Psikoterapi merupakan proses interaksi formal antara dua pihak atau lebih, yaitu antara klien dengan psikoterapis yang bertujuan memperbaiki keadaan yang dikeluhkan klien. Seorang psikoterapis dengan pengetahuan dan ketrampilan psikologisnya akan membantu klien mengatasi keluhan secara professional dan legal.
Psikoterapi berbeda dengan pengobatan tradisional yang sering memandang gangguan psikologis sebagai gangguan karena sihir, kesurupan jin atau karena roh jahat. Anggapan-anggapan yang kurang tepat tersebut karena sebagian masyarakat terlalu mempercayai tahayul dan kurang wawasan ilmiahnya.
Dalam psikoterapi, gangguan psikologis diidentifikasi secara ilmiah dengan standar tertentu. Kemudian dilakukan proses psikoterapi menggunakan cara-cara modern yang terbukti berhasil mengatasi hambatan psikologis. Dalam psikoterapi tidak ada hal-hal yang bersifat mistik. Klien psikoterapi juga tidak diberi obat, karena yang sakit adalah jiwanya, bukan fisiknya.
Psikoterapi bukan untuk menangani orang gila (orang yang rusak otaknya).  Justru psikoterapi  hanya digunakan untuk menangani orang waras yang sedang mengalami masalah psikologis, atau untuk membantu orang normal yang ingin meningkatkan kemampuan pikirannya. Sedangkan penanganan orang gila adalah urusan Rumah Sakit Jiwa (RSJ).
Dalam sesi Psikoterapi, Anda akan diajak membahas dan menganalisa hambatan psikologis yang ada dalam diri Anda, kemudian mencari pemecahannya dengan cara menerapkan metode psikoterapi yang paling cocok. Psikoterapi hanya bisa dilakukan apabila Anda ingin disembuhkan atau ingin berubah. Psikoterapi tidak bisa dipaksakan kepada orang yang tidak mau dibantu.


  •  Tujuan Dari Psikoterapi. 
Psikoterapi didasarkan pada fakta bahwa aspek-aspek mental manusia seperti cara berpikir, proses emosi, persepsi, believe system, kebiasaan dan pola perilaku bisa diubah dengan pendekatan psikologis. Tujuan psikoterapi antara lain: 
  1. Menghapus, mengubah atau mengurangi gejala gangguan psikologis.
  2. Mengatasi pola perilaku yang terganggu.
  3. Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan kepribadian yang positif.
  4. Memperkuat motivasi klien untuk melakukan hal yang benar.
  5. Menghilangkan atau mengurangi tekanan emosional.
  6. Mengembangkan potensi klien.
  7. Mengubah kebiasaan menjadi lebih baik.
  8. Memodifikasi struktur kognisi (pola pikiran).
  9. Memperoleh pengetahuan tentang diri / pemahaman diri.
  10. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan interaksi sosial.
  11. Meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan.
  12. Membantu penyembuhan penyakit fisik.
  13. Meningkatkan kesadaran diri.
  14. Membangun kemandirian dan ketegaran untuk menghadapi masalah.
  15. Penyesuaian lingkungan sosial demi tercapai perubahan dan masih banyak lagi.
 
  • Ada tiga ciri utama psikoterapi, yaitu:
1.     Dari segi proses :  berupa interaksi antara dua pihak, formal, profesional, legal dan menganut kode etik psikoterapi.
2.     Dari segi tujuan : untuk mengubah kondisi psikologis seseorang, mengatasi masalah psikologis atau meningkatkan potensi psikologis yang sudah ada.
3.     Dari segi tindakan: seorang psikoterapis melakukan tindakan terapi berdasarkan ilmu psikologi modern yang sudah teruji efektivitasnya.

  •  Perbedaan Konseling dan Psikoterapi.

    Meskipun demikian, kedua bidang ini tetap berbeda. Berikut ini adalah       beberapa perbedaan antara konseling dan psikoterapi.
1.     Konseling pada umumnya menangani orang normal, sedangkan psikoterapi terutama menangani orang yang mengalami ganguan psikologis.
2.     Konseling lebih edukatif, suportif, berorientasi sadar dan berjangka pendek, sedangkan psikoterapi lebih rekonstruktif, konfrontatif, berorientasi tak sadar, dan berjangka panjang.
3.     Konseling lebih terstruktur dan terarah pada tujuan yang terbatas dan konkret, sedangkan psikoterapi sengaja dibuat lebih ambigu dan memiliki tujuan yang berubah-ubah dan berkembang terus.

  •  Pendekatan psikoterapis terhadap Mental Illnes.

a) Biological
Meliputi keadaan mental organik, penyakit afektif, psikosis dan penyalahgunaan zat.
b) Psychological
Meliputi suatu peristiwa yang efeknya terhadap perfungsian yang buruk, pasca-traumatic, krisis perkembangan, gangguan pikiran dan respons emosional penuh stress yang ditimbulkan
c) Sosiological
Meliputi kesukaran pada sistem dukungan sosial, makna sosial dari gejala dan masalah keluarga.
d) Philosophic
Dalam pendekatan ini dasar falsafahnya tetap ada, yakni menghagai sistem nilai yang dimiliki oleh klien, sehingga tidak ada istilah keharusan atau pemaksaan.

  •  Bentuk utama psikoterapi
1.       Teknik Terapi Psikoanalisa
Teknik ini menekankan fungsi pemecahan masalah dari ego yang berlawanan dengan impuls seksual dan agresif dari id.
2.      Teknik Terapi Perilaku
Teknik ini menggunakan prinsip belajar untuk memodifikasi perilaku individu, 3.      Teknik Terapi Kognitif Perilaku
Terapis membantu individu mengganti interpretasi yang irasional terhadap suatu peristiwa dengan interpretasi yang lebih realistik.
4.      Teknik Terapi Humanistik
Teknik dengan pendekatan fenomenologi kepribadian yang membantu individu menyadari diri sesunguhnya dan memecahkan masalah mereka dengan intervensi terapis yang minimal (client-centered-therapy). Gangguan psikologis diduga timbul jika proses pertumbuhan potensi dan aktualisasi diri terhalang oleh situasi atau orang lain.
5.      Teknik Terapi Eklektik atau Integratif
Yaitu memilih teknik terapi yang paling tepat untuk klien tertentu.
6.      Teknik Terapi Kelompok dan Keluarga
Terapi kelompok adalah teknik yang memberikan kesempatan bagi individu untuk menggali sikap dan perilakunya dalam interaksi dengan orang lain yang memiliki masalah serupa. Sedang terapi keluarga adalah bentuk terapi khusus yang membantu pasangan suami-istri, atau hubungan arang tua-anak, untuk mempelajari cara yang lebih efektif, untuk berhubungan satu sama lain dan untuk menangani berbagai masalahnya.






Daftar Pustaka :
Kontak Psikoterapis.Com 085329990001 / 085726726002 / infopusat@gmail.com
Maramis WF; Psikoterapi, Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa ed. 7, Airlangga University, 1998 : hal : 483-497.
Gunarsa, S. D. (2004). KONSELING DAN PSIKOTERAPI. Jakarta: BPK Gunung Mulia.


Kamis, 14 Juni 2012

Pendapat Saya Tentang film Yang Saya Tonton Tadi

Assalamualaikum...

Kali ini saya akan membahas tentang film-film yang tadi saya lihat bersama teman-teman di kampus.Menurut saya film tadi sangat bagus memberikan motifasi bagi yang melihat,mendapat banyak pelajaran tentang bagaimana menghargai orang lain,menghormati orang tua dan peduli terhadap sekeliling kita.Bagaimana seharusnya kita bersikap pada orang tua,harus lebih banyak bersyukur atas apa yang allah berikan kepada kita.Jangan mudah menyerah atas apa yang kita alami,karna di luar sana masih banyak yang kurang beruntung dari kita.Jaga dan hormati orang tua kita selagi mereka masih bersama kita.

Manusia memang tidak pernah ada puasnya,termaksut saya.Tapi setelah menonton film tadi saya sadar kita hidup di dunia tidak selamanya,film yang menceritakan tentang kecelakaan tadi dan melihat orang tua kita tertabrak di depan mata kita.Membuat saya sadar bahwa kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi dengan kita ke depannya,dan berusaha untuk lebih menghargai apapun yang saya miliki terutama waktu karna itu tidak bisa di putar kembali.

Sekian menurut saya tentang film yang tadi saya tonton,maaf apabila ada kesalahan.

Rabu, 25 April 2012

Teori Kepribadian Sehat Menurut Pendapat Rogers



 
 
 
 
 
 

  Rogers bekerja dengan individu-individu yang terganggu yang mencari bantuan untuk mengubah kepribadian mereka.Untuk merawat pasien-pasien ini (dia lebih suka menyebut mereka "klien-klien"),Rogers mengembangkan suatu metode terapi yang menempatkan tanggung jawab utama terhadap perubahan kepribadian terhadap klien,bukan pada ahli terapi (seperti pada pendekatan Freud).Karena itu di sebut "terapi yang berpusat pada klien" (client-centered therapy).Jelas, metode ini menganggap bahwa individu yang terganggu memiliki suatu tingkat kemampuan dan kesadaran tertentu dan mengatakan kepada kita banyak tentang pandangan Rogers mengenai kodrat manusia.Menurut Rogers, manusia yang rasional dan sadar tidak dikontrol oleh peristiwa-peristiwa masa kanak-kanak,seperti pembiasaan akan kebersihan (toilet training),penyapihan yang lebih cepat atau pengalaman-pengalaman seks sebelum waktunya.Hal-hal ini tidak menghukum atau mengutuk kita untuk hidup dalam konflik dan kecemasan yang tidak dapat kita kontrol.Masa sekarang dan bagaimana kita memandangnya bagi kepribadian yang sehat adalah jauh lebih penting daripada masa lampau.Rogers tetap berfokus pada apa yang terjadi dengan kita sekarang,bukan apa yang terjadi pada waktu itu.
 
* Perkembangan Diri.
   Berkenaan dengan pembangunan, ia menggambarkan prinsip daripada tahap.Masalah utama adalah pengembangan konsep diri dan kemajuan dari diri dibeda-bedakan untuk sepenuhnya dibedakan.
konseptual yang terorganisasi konsisten terdiri dari persepsi karakteristik 'aku' atau 'saya' dan persepsi tentang hubungan dari 'saya' atau 'saya' kepada orang lain dan untuk berbagai aspek kehidupan, bersama dengan nilai-nilai yang melekat pada persepsi. It is a gestalt which is available to awareness though not necessarily in awareness. Ini adalah gestalt yang tersedia untuk kesadaran meskipun tidak harus dalam kesadaran.Ini adalah cairan dan gestalt berubah, sebuah proses, tapi pada saat tertentu itu adalah entitas tertentu. (Rogers, 1959)
    Dalam pengembangan konsep diri, ia melihat hal positif bersyarat dan tanpa syarat sebagai kunci. Mereka yang dibesarkan dalam lingkungan hal positif tanpa syarat memiliki kesempatan untuk sepenuhnya mengaktualisasikan diri mereka sendiri.Mereka yang dibesarkan dalam lingkungan hal positif bersyarat merasa layak hanya jika mereka sesuai dengan kondisi (apa Rogers menggambarkan sebagai kondisi layak) yang telah ditetapkan untuk mereka oleh orang lain.
 
*Peranan Positive regard.
  Dalam hubungannya, self dan organism menimbulkan positive regard, dimana setiap manusia memiliki kebutuhan dasar akan kehangatan, penghargaan, penerimaan,pengagungan, dan cinta dari orang lain. Positive regard terbagi menjadi 2yaitu:

a. Conditional positive regard (bersyarat)
Conditional positive regard atau penghargaan positif bersyarat misalnya kebanyakan orang tua memuji, menghormati, dan mencintai anak dengan bersyarat,yaitu sejauh anak itu berpikir dan bertingkah laku seperti dikehendaki orangtua.

b. Unconditional positive regard (tak bersyarat).
Unconditional positive regard disini anak tanpa syarat apapun dihargai dan diterima sepenuhnya.

   Rogers menggambarkan pribadi yang berfungsi sepenuhnya adalah pribadi yang mengalami penghargaan positif tanpa syarat. Ini berarti dia dihargai, dicintaikarena nilai adanya diri sendiri sebagai person sehingga ia tidak bersifatdefensif namun cenderung untuk menerima diri dengan penuh kepercayaan.

   Setelah self dan organism bisa menjadi suatu kesatuan yang baik, namun ketikaia masuk ke lingkungan sosial luar yang beperan sebagai medan phenomenal. Belumtentu ia dapat berkembang dengan sebagaimana mestinya. Setiap individu memilikireal self dan ideal self. Real self yaitu keberadaan individu yang didasarkanpada kecenderungan aktualisasi, yang mengikuti penilaian organismik, kebutuhandan penerimaan akan pertimbangan positif dan pertimbangan terhadap dirisendiri. Sedangkan ideal self adalah keadaan dimana individu dipengaruhi olehkeinginan masyarakat dan didesak hidup dengan syarat-syarat kepatuhan yangberada diluar penilaian organismik kita sendiri, serta hanya menerimapertimbangan positif kondisional dan pertimbangan terhadap diri sendiri. Namun,dalam kehidupan nyata terdapat jurang yang memisahkan antara diri riil dan diriideal yang disebut Incongruity. Semakin lebar jarak antara keduanya, semakinbesar pula incongruity-nya sehingga semakin besar pula tekanan dan penderitaanyang dirasakan.

   Untuk mengatasi tekanan yang dirasakan, Rogers berpendapat terdapat cara untuk mengatasinya, yaitu melalui Pertahanan. Ketika individu berada dalamincongruity maka pada saat itu individu berada dalam situasi terancam.Menjelang situasi yang mengancam itu individu akan merasa cemas. Salah satucara menghindarinya adalah dengan melarikan diri dalam bentuk psikologis denganmenggunakan pertahanan-pertahanan. Dua macam cara pertahanan adalahPengingkaran dan Distorsi perseptual.

a) Pengingkaran adalah dimana individu memblokir situasi yang mengancam melaluimenyingkirkan kenangan buruk atau rangsangan yang memancing kenangan itu munculdari kesadaran (menolak untuk mengingatnya).

b) Distorsi perseptual adalah penafsiran kembali sebuah situasi sedemikian rupasehingga tidak lagi dirasakan terlalu mengancam.

   Ketika pertahanan yang dilakukan seseorang runtuh dan merasa dirinya hancurberkeping-keping disebut sebagai psikosis. Akibatnya perilaku individu menjaditidak konsisten, kata-kata yang keluar dari mulutnya tidak nyambung, emosinyatidak tertata, tidak mampu membedakan antara diri dan bukan diri serta menjadiindividu yang tidak punya arah dan pasif.

 
*Orang Yang Berfungsi  Sepenuhnya.
  Rogers tidak membahas teori pertumbuhan dan perkembangan, dan tidak melakukan riset jangka panjang. Namun dia yakin adanya kekuatan tumbuh pada semua orang yang secara alami mendorong proses organisme menjadi semakin kompleks, dan secara keseluruhan semakin mengaktualisasikan dirinya. Aktualisasi diri adalah proses menjadi diri sendiri (be myself) dan mengembangkan sifat serta potensi-potensi psikologis individu yang unik. Aktualisasi diri akan terbantu atau terhalang oleh pengalaman dan belajar khususnya dalam masa kanak- kanak.Aktualisasi diri akan berubah sejalan dengan perkembangan hidup seseorang.Rogers memandang organisme terus menerus bergerak maju. Tujuan tingkah laku bukan untuk mereduksi tegangan enerji tetapi mencapai aktualisasi diri yaitu kecenderungan dasar organisme untuk aktualisasi: yakni kebutuhan pemeliharaan(maintenance) dan peningkatan diri (enhancement). Saat mencapai usia tertentu(adolensi) individu akan mengalami pergeseran aktualisasi diri dari fisiologiske psikologis.

Lima sifat khas orang yang berfungsi sepenuhnya (fully human being):

1. Keterbukaan pada pengalaman

    Orang yang berfungsi sepenuhnya adalah orang yang menerima semua pengalaman dengan fleksibel, termasuk perasaannya sendiri sehingga selalu timbul persepsi baru. Kalau individu bisa terbuka terhadap perasaannya sendiri maka tidak sulit juga untuk membuka diri untuk aktualisasi. Tentu bagian tersulit di sini adalah membedakan perasaan riil dari kecemasan-kecemasan yang disebabkan olehsyarat-syarat kepatuhan

2. Kehidupan Eksistensial

     Kualitas dari kehidupan eksistensial dimana orang terbuka terhadap pengalamannya sehingga ia selalu menemukan sesuatu yang baru, dan selalu berubah dan cenderung menyesuaikan diri sebagai respons atas pengalaman selanjutnya. Disini Roger memandang sesuatu sebagaimana adanya, kenangan danangan-angan adalah sesuatu yang kita alami disini dan sekarang.

3. Keyakinan organismik

    Pengalaman akan menjadi hidup ketika seseorang membuka diri terhadap pengalaman itu sendiri. Dengan begitu ia akan bertingkah laku menurut apa yang dirasanya benar (timbul seketika dan intuitif) sehingga ia dapat mempertimbangkan setiap segi dari suatu situasi dengan sangat baik. Hal ini menunjukkan adanya keterkaitan individu dengan kecenderungan aktuaalisasi.

4. Kebebasan eksistensialis

    Orang yang sehat secara psikologis dapat membuat suatu pilihan tanpa adanya paksaan-paksaan atau rintangan-rintangan antara alternatif pikiran dan tindakan. Orang yang bebas memiliki suatu perasaan berkuasa secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinyasendiri, tidak pada peristiwa di masa lampau sehingga ia dapat meilhat sangat banyak pilihan dalam kehidupannya dan merasa mampu melakukan apa saja yang ingin dilakukannya.

5. Kreativitas

    Keterbukaan diri terhadap pengalaman dan kepercayaan kepada organisme merekasendiri akan mendorong seseorang untuk memiliki kreativitas dengan ciri-ciribertingkah laku spontan, tidak defensif, berubah, bertumbuh, dan berkembangsebagai respons atas stimulus-stimulus kehidupan yang beraneka ragam disekitarnya.

 
 
http://www.belajarkonseling.com/berita-143-teori-self-rogers.html
 

Selasa, 03 April 2012

Fobia

Fobia adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Fobia bisa dikatakan dapat menghambat kehidupan orang yang mengidapnya. Bagi sebagian orang, perasaan takut seorang pengidap Fobia sulit dimengerti. Itu sebabnya, pengidap tersebut sering dijadikan bulan bulanan oleh teman sekitarnya. Ada perbedaan "bahasa" antara pengamat fobia dengan seorang pengidap fobia. Pengamat fobia menggunakan bahasa logika sementara seorang pengidap fobia biasanya menggunakan bahasa rasa. Bagi pengamat dirasa lucu jika seseorang berbadan besar, takut dengan hewan kecil seperti kecoak atau tikus. Sementara di bayangan mental seorang pengidap fobia subjek tersebut menjadi benda yang sangat besar, berwarna, sangat menjijikkan ataupun menakutkan.
Dalam keadaan normal setiap orang memiliki kemampuan mengendalikan rasa takut. Akan tetapi bila seseorang terpapar terus menerus dengan subjek Fobia, hal tersebut berpotensi menyebabkan terjadinya fiksasi. Fiksasi adalah suatu keadaan dimana mental seseorang menjadi terkunci, yang disebabkan oleh ketidak-mampuan orang yang bersangkutan dalam mengendalikan perasaan takutnya. Penyebab lain terjadinya fiksasi dapat pula disebabkan oleh suatu keadaan yang sangat ekstrem seperti trauma bom,terjebak lift dan sebagainya.
Seseorang yang pertumbuhan mentalnya mengalami fiksasi akan memiliki kesulitan emosi (mental blocks) dikemudian harinya. Hal tersebut dikarenakan orang tersebut tidak memiliki saluran pelepasan emosi (katarsis) yang tepat. Setiap kali orang tersebut berinteraksi dengan sumber Fobia secara otomatis akan merasa cemas dan agar "nyaman" maka cara yang paling mudah dan cepat adalah dengan cara "mundur kembali"/regresi kepada keadaan fiksasi. Kecemasan yang tidak diatasi seawal mungkin berpotensi menimbulkan akumulasi emosi negatif yang secara terus menerus ditekan kembali ke bawah sadar (represi). Pola respon negatif tersebut dapat berkembang terhadap subjek subjek fobia lainnya dan intensitasnya semakin meningkat. Walaupun terlihat sepele, “pola” respon tersebut akan dipakai terus menerus untuk merespon masalah lainnya. Itu sebabnya seseorang penderita fobia menjadi semakin rentan dan semakin tidak produktif. Fobia merupakan salah satu dari jenis jenis hambatan sukses lainnya.
Beberapa istilah sehubungan dengan fobia :
  • afrophobia — ketakutan akan orang Afrika atau budaya Afrika.
  • agoraphobia - takut pada lapangan
  • antlophobia — takut akan banjir.
  • bibliophobia - takut pada buku
  • caucasophobia — ketakutan akan orang dari ras kaukasus
  • cenophobia — takut akan ruangan yang kosong.
  • claustrophobia - takut akan naik lift
  • dendrophobia - takut pada pohon
  • ecclesiophobia - takut pada gereja
  • felinophobia - takut akan kucing
  • genuphobia - takut akan lutut
  • hydrophobia — ketakutan akan air.
  • hyperphobia - takut akan ketinggian
  • iatrophobia - takut akan dokter
  • japanophobia - ketakutan akan orang jepang
  • lygopobia - ketakutan akan kegelapan
  • necrophobia - takut akan kematian
  • panophobia - takut akan segalanya
  • photophobia — ketakutan akan cahaya.
  • ranidaphobia - takut pada katak
  • schlionophobia - takut pada sekolah
  • uranophobia - ketakutan akan surga
  • xanthophobia - ketakutan pada warna kuning
  • arachnophobia - ketakutan pada laba-laba
  • lachanophobia - ketakutan pada sayur-sayuran


http://id.wikipedia.org/wiki/Fobia

Homoseksual

Homoseksualitas adalah rasa ketertarikan romantis dan/atau seksual atau perilaku antara individu berjenis kelamin atau gender yang sama. Sebagai orientasi seksual. homoseksualitas mengacu kepada "pola berkelanjutan atau disposisi untuk pengalaman seksual, kasih sayang, atau ketertarikan romantis" terutama atau secara eksklusif pada orang dari jenis kelamin sama, "Homoseksualitas juga mengacu pada pandangan individu tentang identitas pribadi dan sosial berdasarkan pada ketertarikan, perilaku ekspresi, dan keanggotaan dalam komunitas lain yang berbagi itu."
Homoseksualitas adalah salah satu dari tiga kategori utama orientasi seksual, bersama dengan biseksualitas dan heteroseksualitas dalam kontinum heteroseksual-homoseksual. Konsensus ilmu-ilmu perilaku dan sosial dan juga profesi kesehatan dan kesehatan kejiwaan menyatakan bahwa homoseksualitas adalah aspek normal dalam orientasi seksual manusia. Homoseksualitas bukanlah penyakit kejiwaan dan bukan penyebab efek psikologis negatif; prasangka terhadap kaum biseksual dan homoseksual-lah yang menyebabkan efek semacam itu. Meskipun begitu banyak sekte-sekte agama dan organisasi "mantan-gay" serta beberapa asosiasi psikologi yang memandang bahwa kegiatan homoseksual adalah dosa (antara lain dalam kitab
Imamat pasal 18 ayat 22 di Alkitab Kristen) atau kelainan. Bertentangan dengan pemahaman umum secara ilmiah, berbagai sekte dan organisasi ini kerap menggambarkan bahwa homoseksualitas merupakan "pilihan".
Istilah umum dalam homoseksualitas yang sering digunakan adalah lesbian untuk perempuan pecinta sesama jenis dan gay untuk pria pecinta sesama jenis, meskipun gay dapat merujuk pada laki-laki atau perempuan. Bagi para peneliti jumlah individu yang diidentifikasikan sebagai gay atau lesbian-dan perbandingan individu yang memiliki pengalaman seksual sesama jenis-sulit diperkirakan atas berbagai alasan. Dalam modernitas Barat, menurut berbagai penelitian, 2% sampai 13% dari populasi manusia adalah homoseksual atau pernah melakukan hubungan sesama jenis dalam hidupnya. Sebuah studi tahun 2006 menunjukkan bahwa 20% dari populasi secara anonim melaporkan memiliki perasaan homoseksual, meskipun relatif sedikit peserta dalam penelitian ini menyatakan diri mereka sebagai homoseksual. Perilaku homoseksual juga banyak diamati pada hewan.
Banyak individu gay dan lesbian memiliki komitmen hubungan sesama jenis, meski hanya baru-baru ini terdapat sensus dan status hukum/politik yang mempermudah enumerasi dan keberadaan mereka.Hubungan ini setara dengan hubungan heteroseksual dalam hal-hal penting secara psikologis. Hubungan dan tindakan homoseksual telah dikagumi, serta dikutuk, sepanjang sejarah, tergantung pada bentuknya dan budaya tempat mereka didapati. Sejak akhir abad ke-19, telah ada gerakan menuju hak pengakuan keberadaan dan hak-hak legal bagi orang-orang homoseksual, yang mencakup hak untuk pernikahan dan kesatuan sipil, hak adopsi dan pengasuhan, hak kerja, hak untuk memberikan pelayanan militer, dan hak untuk mendapatkan jaminan sosial kesehatan.

Beberapa Manfaat Daun Pepaya

Berikut beberapa manfaat daun pepaya yang wajib anda tahu :

1. Sebagai Obat jerawat.
Bagi kamu yang merasa tidak pede mempunyai wajah berjerawat.Terutama bagi wanita yang selalu memperhatikan kecantikkan.Daun pepaya dapat mengobatinya yaitu dengan membuatnya menjadi masker.

Cara membuat maskernya : ambil 2-3 lembar daun pepaya yang sudah tua.Kemudian jemur dan tumbuk sampai halus. Tambahkan satu setenagh sendok air, baru deh dapat di manfaatkan untuk muka penuh jerawatmu.


2. Manfaat Memperlancar pencernaan
Daun dari tumbuhan pepaya memiliki kandungan kimia senyawa karpain. Zat itu dapat membunuh mikroorganisme yang sering mengganggu fungsi pencernaan.





3. Menambah nafsu makan
Manfaat ini terutama untuk anak-anak yang sulit untuk makan. Ambil daun pepaya yang segar dan memiliki ukuran sebesar telapak tangan. Kalau sudah ketemu tambahkan sedikit garam dan air hangat setengah cangkir. Campur semua lalu diblender. Kemudian saring airnya, nah air itulah yang dapat dimanfaatkan untuk menambah nafsu makan.


4. Demam berdarah
Siapa sangka kalau pepaya juga dapat untuk menyembuhkan demam berdarah. Coba ambil 5 lembar daun. Tambahkan setengah liter air lalu direbus. Ambil air tersebut jika sudah tertinggal tiperempatnya saja. Bintang sendiri belum pernah membuktikannya, jadi jika keadaan tidak membaik segera segera ke dokter (bahkan kalaupun memabaik segera bawa ke dokter). Anggap saja ini untuk pertolongan pertama!


5. Nyeri haid
Wanita jawa zaman dulu sering memanfaatkan daun pepaya untuk mengobati nyeri haid. Cukup Ambil 1 lembar daun saja, Tambahkan asam jawa dan garam. Lalu campur dengan segelas air dan Rebus. Dinginkan sebelum meminum ramuan pepaya tersebut.


6.Anti kanker
Hal ini masih belum pasti, tapi dari beberapa penelitian bahwa manfaat daun pepaya juga dapat dikembangkan sebagai anti kanker. Sebenarnya bukan hanya daunnya saja melainkan batang pepaya juga dapat digunakan. Karena kedanya memiliki milky latex (getah putih seperti susu).

semoga bermanfaat yaaa,,selamat mencoba..



blog bintang

Rabu, 21 Maret 2012

Kesehatan Mental

* Sejarah Kesehatan Mental.

Zaman Renaissesus
Pada zaman ini di beberapa negara eropa , para tokoh keagamaan, ilmu kedokteran dan filsafat mulai menyangkal anggapan bahwa pasien sakit mental tenggelam dalam dunia tahayul
  • ERA PRA ILMIAH
1. Kepercayaan Animisme
Sejak zaman dulu gangguan mental telah muncul dalam konsep primitif, yaitu kepercayaan terhadap faham animisme bahwa dunia ini diawasi atau dikuasai oleh roh-roh atau dewa-dewa. Orang Yunani kuno percaya bahwa orang mengalami gangguan mental, karena dewa marah kepadanya dan membawa pergi jiwanya. Untuk menghindari kemarahannya, maka mereka mengadakan perjamuan pesta (sesaji) dengan mantra dan kurban.
2. Kepercayaan Naturalisme
Suatu aliran yang berpendapat bahwa gangguan mental dan fisik itu akibat dari alam. Hipocrates (460-367) menolak pengaruh roh, dewa, setan atau hantu sebagai penyebab sakit. Dia mengatakan, jika anda memotong batok kepala, maka anda akan menemukan otak yang basah, dan mencium bau amis. Tapi anda tidak akan melihat roh, dewa, atau hantu yang melukai badan anda.
Seorang dokter Perancis, Philipe Pinel (1745-1826) menggunakan filsafat polotik dan sosial yang baru untuk memecahkan problem penyakit mental. Dia terpilih menjadi kepala Rumah Sakit Bicetre di Paris. Di rumah sakit ini, pasiennya dirantai, diikat ketembok dan tempat tidur. Para pasien yang telah di rantai selama 20 tahun atau lebih, dan mereka dianggap sangat berbahaya dibawa jalan-jalan di sekitar rumah sakit. Akhirnya, diantara mereka banyak yang berhasil, mereka tidak lagi menunjukkan kecenderungan untuk melukai atau merusak dirinya.


* Konsep Sehat.

Kemajuan teknologi pengobatan dan ditemukannya berbagai macam obat,memiliki kecenderungan yang mendorong orang untuk mempertahankan kesehatannya dengan menggantungkan diri pada obat hingga pola hidup sehat seolah-olah di lupakan dan baru setelah perang dunia ke II konsep sehat itu mendapatkan perhatian dan dikembangkan hingga saat ini.Oleh karena itu timbul berbagai konsep sehat yang di tinjau berdasarkan sudut pandang yang berbeda,misalnya :
^ Konsep sehat di pandang dari sudut fisik secara individu,maksutnya seseorang dikatakan sehat bila semua organ tubuh dapat berfungsi dalam batas-batas normal sesuai dengan umur dan jenis kelamin.
^ Konsep sehat di pandang dari sudut ekologi,maksutnya berarti proses penyesuaian antara individu dengan lingkungannya.


* Definisi Sehat.

Definisi sehat terkini yang di pakai di beberapa negara maju seperti kanada mengutamakan konsep sehat produktif,sehat adalah sarana atau alat untuk hidup sehari-hari secara produktif. 

* Pribadi Seseorang Dapat Berekembang. 
  
Setiap orang kepribadiannya pasti berkembang,,ini adalah beberapa contoh perkembangan kepribadian menurut Erik Erikson dan Sigmund Freud.
^ Erik Erikson seluruhnya ada delapan tahap menurut jadwal yang dikemukakan Erikson.Empat tahap yang pertama terjadi pada masa bayi dan masa kanak-kanak,tahap kelima pada masa adolesen,dan ketiga tahap terakhir pada tahun-tahun dewasa dan usia tua.
Delapan tahap tersebut sebagai berikut :
- Kepercayaan Dasar versus Kecurigaan Dasar.- Otonomi versus Rasa Malu  dan Keragu-raguan.
- Inisiatif versus Kesalahan.
- Kerajinan versus Inferioritas.
- Identitas versus Kekacauan Identitas.
- Keintiman versus Isolasi.
- Generativitas versus Stragnasi.
- Integritas versus Keputusasaan.
^ Sigmund Freud meyakini bahwa manusia di lahirkan dengan dorongan-dorongan biologis yang harus di arahkan ulang untuk bisa membuatnya hidup di masyarakat.Ada empat tahappisikoseksual menurut freud,yaitu :
- Oral ( dari lahir sampai 12-18 bulan ) mengisap dan memakan.
- Anal ( 12-18 bulan sampai 3 tahun ) pelatihan toilet.
- Phallic ( 2 sampai 6 tahun ) daerah kepuasan beralih pada daerah alat kelamin.
- Latency ( 6 tahun sampai pubertas ) waktu yang relatif tenang antara tahapan-tahapan yang lebih bergejolak.
- Genital ( pubertas sampai dewasa ) di salurkan ke seksualitas yang matang.


* Kepribadian Sehat.

Allport memberi istilah kesehatan mental dengan “Mature personality” dengan member ciri kesehatan mental sebagai berikut:
1). Memiliki kepekaan pada diri sendiri secara luas.
2) Hangat dlm berhubungan dengan orglain.
3) Keamanan emosional atau penerimaan diri
4) Persepsi yang realistik, keterampilan dan pekerjaan.
5) Mampu menilai diri secara objektif dan memahami humor.
6) Menyatunya filosofi hidup.
Allport menggunakan istilah sistem psikofisik dengan maksud menunjukkan bahwa jiwa dan raga manusia adalah suatu sistem yang terpadu dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain,serta diantara keduanya selalu terjadi interaksi dalam mengarahkan tingkah laku. Sedangkan istilah khas dalam batasan kepribadian Allport itu memiliki arti bahwa setiap individu memiliki kepribadiannya sendiri. Tidak ada dua orang yang berkepribadian sama, karena itu tidak ada dua orang yang berperilaku sama.


* Ferry Efendi,,Makhfudli.
* Drs.Yustinus Semiun.OFM.
* Salemba Humanika.